2 Pemain Asal Spanyol Ini Pastikan Kemenangan Chelsea Atas Crystal Palace

Chelsea mengamankan kemenangan dengan skor 3-1 atas Crystal Palace pada laga pekan ke-11 Premier League yang berlangsung di Stamford Bridge

Kembali Pesta Gol, Manchester City Hajar Southampton

Manchester City tampil perkasa pada lanjutan Liga Inggris. Menjamu Southampton di Etihad Stadium, Minggu (4/11/2018), tuan rumah meraih kemenangan 6-1

Luis Suarez 2 Gol, Barcelona Menang Atas Rayo Vallecano

Barcelona meraih kemenangan 3-2 atas Rayo Vallecano dengan susah payah

Juventus Amankan 3 Poin Setelah Menang Atas Cagliari

Juventus menundukkan Cagliari dengan skor 3-1 pada laga pekan ke-11 di Allianz Stadium

Laga Arsenal Melawan Liverpool Tanpa Pemenang

Arsenal dan Liverpool mengakhiri pertandingan mereka dengan skor 1-1

Rabu, Juni 13, 2018

Pelatih AC Milan Pastikan Berangkat ke Rusia

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso ingin memanfaatkan Piala Dunia 2018 untuk memantau para pemain (berita,bola/Gilagame12)

Gilagame12.blogspot.com - Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, berencana memantau Piala Dunia 2018. Dia ingin melihat kinerja calon pemain baru I Rossoneri.

Meski Piala Dunia 2018 akan segera bergulir, AC Milan justru tengah sibuk dengan agenda mempersiapkan diri menyambut musim baru. Maklum, bagi Milan, 2017/2018 masih jadi musim yang mengecewakan. Padahal, mereka menargetkan bisa mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

BACA JUGA: Fans Berat Messi, Warga di India Cat Rumah dengan Warna Bendera Argentina

Sayang, nasib baik sedang tak mengiringi AC Milan hingga target tersebut gagal diwujudkan. Terlepas dari masih menunggunya keputusan UEFA terkait Financial Fair Play (FFP), Milan tetap bergerak untuk mencari pemain baru. Ada beberapa nama yang mulai santer dikaitkan dengan mereka.

Kini, Gattuso memiliki kesempatan untuk melihat siapa saja pemain yang layak untuk direkrut Rossoneri. Karenanya, ia akan terbang ke Rusia untuk menonton beberapa pertandingan sekaligus memantau beberapa pemain.

"Kami akan melihat beberapa pertandingan Piala Dunia yang merupakan peristiwa besar, kemudian kami akan kembali. Kami tahu apa yang harus dilakukan. Kami akan menonton beberapa pemain," kata Gattuso, dikutip Football Italia.

Menuju Musim Baru

Gennaro Gattuso dipastikan akan terus jadi pelatih AC Milan hingga 2021 (berita,bola/Gilagame12)


Terlepas dari situasi mereka yang finis di urutan keenam klasemen Serie A, sejatinya rapor Rossoneri di musim lalu tak begitu buruk. Mereka melaju hingga 16 besar Liga Europa dan tampil di final Coppa Italia.

BACA JUGA: Jejak Timnas Indonesia di Sepak Bola Asian Games

Namun, jika bicara pengeluaran Milan yang mencapai lebih dari 200 juta euro pada musim panas 2017, jelas performa itu tak sesuai dengan ekspektasi. Demi mengejar rapor yang lebih bagus di musim depan, latihan pramusim Milan pun akan dimulai lebih cepat.

"Saya memiliki tugas untuk mempersiapkan musim depan dan saya melakukannya dengan sangat antusias. Saya akan berlibur selama beberapa pekan bersama keluarga ketika saya kembali dari Rusia, lalu langsung bekerja. Saya harap kami bisa memiliki musim yang hebat," jelas Gattuso.

Fans Berat Messi, Warga di India Cat Rumah dengan Warna Bendera Argentina

Shib Shankar Patra, penggemar Lionel Messi yang tinggal di Kolkata, India, di depan rumahnya yang bercat bendera Argentina (berita,bola/Gilagame12)

Gilagame12.blogspot.com
- Banyak hal gila yang dilakukan seorang fan atau penggemar pada pujaannya, tak terkecuali fan sepak bola. Di Kolkata, India, ada seorang fan berat Lionel Messi. Demi menyatakan dukungan pada bintang Timnas Argentina itu di Piala Dunia, ia rela mengecat rumahnya yang juga tempat usahanya, dengan warna bendera Argentina.

Penggemar berat Messi itu bernama Shib Shankar Patra. Ia memang pendukung Timnas Argentina sejak Piala Dunia 1986, saat Diego Maradono ikut mengantar Tim Tango merebut gelar juara pada tahun itu.

Belakangan, ia menggemari Messi. Ia berujar, kecintaannya terhadap Messi tak memiliki batas.

BACA JUGA: Jejak Timnas Indonesia di Sepak Bola Asian Games

"Buat saya, Messi seperti perpanjangan dari Maradona. Seluruh anggota keluarga saya menyukai Messi. Kami suka perilakunya, kami menyukai semua hal tentangnya," kata Patra.

Patra merupakan penjual teh. Tokonya ada di lantai dasar rumahnya, sementara ia dan keluarganya menempati lantai atas rumah toko (ruko) miliknya.

Ia sebenarnya ingin mendukung langsung Messi dan Timnas Argentina langsung di Rusia. Namun, ia kekurangan dana.

"Saya sudah menabung sebesar 60 ribu rupee (Rp12,3 juta), tapi itu tak cukup untuk perjalanan ke sana. Sekarang saya akan menonton pertandingan Argentina di televisi saja dan mendukung pesepak bola favorit saya," ujarnya.

Siapkan Perayaan Ultah Messi

Argentina terus mempersiapkan diri jelang Piala Dunia 2018 Rusia dengan latihan di Pusat Pelatihan Joan Gamper, Barcelona. Pasukan tim Tango sepertinya ingin menjadikan tuah Barcelona untuk memompa semangat dari Lionel Messi dan kawan-kawan ( berita,bola/Gilagame12)

Keluarga Patra juga sudah merencanakan merayakan hari ulang tahun Messi yang diperingati saat Piala Dunia 2018 berlangsung, tepatnya pada 24 Juni.

BACA JUGA: Man United dan Bayern Perang Kata-kata melalui Twitter

"Kami akan memotong kue dan mendistribusikan kaus bergambar wajah Messi buat anak-anak di sini," kata ayah dua anak itu.

"Kegilaan" lain, Patra menghiasi kamarnya dengan poster Messi seukuran aslinya.

"Saya akan berdoa setiap hari untuk kesuksesan Argentina. Tak ada yang memberi saya lebih banyak kebahagiaan daripada melihat mereka menang di lapangan," ucap Patra.


Timnas Argentina akan mengawali kampanye di Piala Dunia 2018 dengan menghadapi Islandia (16/6/2018), dan selanjutnya melawan Kroasia serta Nigeria di Grup D.

Selasa, Juni 12, 2018

Jejak Timnas Indonesia di Sepak Bola Asian Games

Medali perunggu yang diraih 60 tahun lalu jadi pencapaian terbaik Timnas Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games (berita,bola/Gilagame12)

Gilagame12.blogspot.com - Timnas Indonesia menanggung target tak ringan di Asian Games 2018. Berstatus sebagai tuan rumah, Tim Merah-Putih asuhan pelatih Luis Milla ditarget setidaknya finis di empat besar.

Target itu tak mudah digapai di tengah persaingan ketat dalam sepak bola Asia. Meski, Timnas Indonesia dalam sejarahnya pernah meraih medali perunggu.

Hal itu terjadi pada Asian Games 1958 yang dihelat di Tokyo, Jepang. Pada perebutan medali perunggu, Timnas Indonesia mengalahkan India dengan skor 4-1.

BACA JUGA: Man United dan Bayern Perang Kata-kata melalui Twitter

Sejak 1951, Timnas Indonesia tercatat tampil dalam sembilan edisi Asian Games. Yakni, Asian Games 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, 2006, dan 2014.

Sementara Tim Garuda absen di cabang olahraga sepak bola pada edisi 1974, 1978, 1982, 1990, 1994, 1998, 2002, dan 2010.

Dari keikutsertaan itu, Timnas Indonesia (mengacu pada sistem pertandingan yang diterapkan ketika itu), berhasil lolos ke perempat final sebanyak tiga kali, yaitu pada edisi Asian Games 1951, 1966, dan 1970.

Timnas Indonesia juga pernah lolos ke fase 16 besar saat Asian Games 2014. Sementara dua kali Indonesia gagal lolos dari penyisihan grup, yakni pada Asian Games 1962 dan 2006.

Dua prestasi terbaik diukir saat Asian Games 1954, 1958, dan 1986. Pada Asian Games 1954 yang diselenggarakan di Manila, Filipina, Timnas Indonesia kalah 4-5 dari Burma (Myanmar) pada perebutan peringkat ketiga untuk menyabet medali perunggu.

BACA JUGA: Jelang Piala Dunia 2018, Ada Messi Raksasa di Rusia

Namun, empat tahun berselang, Timnas Indonesia akhirnya mampu meraih medali perunggu Asian Games 1958 Tokyo dengan menumbangkan India 4-1.

Kemudian pada Asian Games edisi 1986 di Seoul, Korea Selatan, Timnas Indonesia yang ketika itu dilatih Bertje Matulapelwa finis di peringkat keempat. Pada perebutan medali perunggu, Robby Darwis dkk. menyerah 0-5 dari Kuwait.

Raihan medali perunggu pada 1958 atau 60 tahun lalu itu hingga sekarang belum mampu dipecahkan lagi. Akankah Timnas Indonesia asuhan Luis Milla mampu menciptakan sejarah baru di Asian Games 2018?

Man United dan Bayern Perang Kata-kata melalui Twitter

Manchester United merayakan kesuksesan menjadi juara Liga Champins 1999 setelah menang dramatis 2-1 atas Bayern Muenchen pada partai final (berita,bola/Gilagame12)

Gilagame12.blogspot.com - Manchester United dan Bayern Muenchen mengumumkan rencana pertandingan persahabatan pada 5 Agustus 2018 di Stadion Allianz Arena, Jerman. Pengumuman pertandingan ini pun mereka lakukan dengan cara yang tak biasa.

Pertama-tama, Manchester United mengunggah pengumuman tersebut melalui akun Twitter resmi mereka.



"Kami akan siap mengunjungi klub besar di Jerman untuk laga final pra-musim. Ada yang bisa menebak?" tulis Manchester United.

BACA JUGA: Jelang Piala Dunia 2018, Ada Messi Raksasa di Rusia

Bayern pun membalas unggahan Man United tersebut dengan nada sedikit menyindir.

"Satu-satunya tebakan yang menarik minat kami adalah para pencetak penalti yang bagus dan sebagai klub Inggris, kalian mungkin tak tahu akan hal tersebut," tulis Bayern.

Seolah tersulut, Man United pun membalas kicauan Bayern dengan mengungkit laga lama yang mempertemukan kedua tim. Itu terjadi pada final Liga Champions 1999.


"Seperti saat kami tak butuh para pencetak gol penalti untuk mengalahkan kalian dalam Liga Champions 1999, bukan?" tulis Man United.

Laga tersebut memang berakhir dengan begitu dramatis. Bayern mampu menjaga keunggulan 1-0 hingga menit ke-90.

BACA JUGA: Bintang Tottenham Hotspur Pilih Fokus di Piala Dunia 2018

https://twitter.com/ManUtd/status/1006175292027817984?ref_src=twsrc%5Etfw&ref_url=https%3A%2F%2Fbola.kompas.com%2Fread%2F2018%2F06%2F12%2F12320038%2Fman-united-dan-bayern-perang-kata-kata-melalui-twitter

Namun Man United justru mampu membalikkan keadaan hanya dalam tempo 110 detik. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer saat itu mampu membalikkan nasib Man United hingga menjuarai Liga Champions musim 1998-1999.

Perang kata-kata Man United dan Bayern tak berhenti sampai di situ saja. Bayern tak mau kalah dan akhirnya membalas cuitan Man United tersebut.

"Wow, Anda menyerang urat saraf kami. Bagaimana jika kita mengadakan pertandingan persahabatan? Semoga permainanmu lebih baik dari guyonan ini," tulis Bayern.


Senin, Juni 11, 2018

Jelang Piala Dunia 2018, Ada Messi Raksasa di Rusia

Mural Lionel Messi di Kota Bronnitsy, Rusia menyambut Piala Dunia 2018 (berita,bola/Gilagame12)

Gilagame12.blogspot.com
- Sebuah gambar bintang Lionel Messi, Lionel Messi, terpajang di jalanan utama Bronnitsy, Rusia. Kota ini terletak 50 kilometer dari Kota Moskow dan memiliki penduduk sekitar 20 ribu jiwa.

Mural Messi itu diketahui dekat dengan markas Argentina di Piala Dunia 2018 Rusia. Messi digambarkan memakai kostum Timnas Argentina berwarna biru-putih. Wajahnya menunjukkan kebanggaan sambil melibatkan tangan, yang dipenuhi tato di dadanya.

BACA JUGA: Bintang Tottenham Hotspur Pilih Fokus di Piala Dunia 2018

"Ketika saya melukis Messi, saya melukiskan legenda hidup saya," kata Sergey Erofeev, seniman yang bertanggung jawab atas mural besar Messi dilansir AFP, Minggu (10/6/2018).

"Messi adalah yang terbaik, dia memiliki banyak penghargaan Ballons d'Or dan Golden Boots," kata Erofeev.

Melalui mural itu, Erofeev ingin menunjukkan sosok Lionel Messi sebagai pesepak bola terhormat yang meraih kesuksesan dengan kerja keras sehingga meraih gelar pemain terbaik dunia sebanyak lima kali.

BACA JUGA: Bukan Cuma Salah, 3 Pemain Ini Diprediksi Bakal Bersinar di Piala Dunia 2018

Bintang Tottenham Hotspur Pilih Fokus di Piala Dunia 2018

Pemain timnas Korea Selatan Son Heung-min (tengah) berlari santai bersama rekan-rekannya saat berlatih untuk Piala Dunia 2018 di National Football Centre di Paju, Korea Selatan, Rabu (23/5/2018) berita,bola/Gilagame12)

Gilagame12.blogspot.com - Bintang Korea Selatan yang memperkuat Tottenham Hotspur, Son Heung Min memilih untuk fokus ke Piala Dunia 2018 meski akan bermain di Asian Games 2018, Agustus mendatang.

Dia ingin tampil maksimal bersama Korea Selatan di Piala Dunia 2018. Tim Negeri Gingseng itu tergabung di Grup F bersama Meksiko, Jerman, dan Swedia.

Melihat lawan di Grup F, Son mengatakan, Korea Selatan merupakan tim terlemah. Karena hal tersebut, Son ingin negaranya bekerja keras selama di Rusia.

"Kami merupakan tim terlemah di grup, sehingga perlu bekerja lebih keras dibandingkan mereka (calon lawan di grup Piala Dunia). Kami harus bisa lebih baik dari mereka, sehingga dapat mengejutkan banyak pihak," ujarnya, dikutip dari Goal.

Ketika disinggung soal Asian Games, Son enggan menjawabnya. "Saya kira kita tidak akan membicarakan masalah itu terlalu banyak," ujar pemain berusia 26 tahun tersebut.

BACA JUGA: Bukan Cuma Salah, 3 Pemain Ini Diprediksi Bakal Bersinar di Piala Dunia 2018

Asian Games Hindari Son dari Wamil

Pemain timnas Korea Selatan Son Heung-min (kanan) bersama rekan-rekannya melakukan peregangan otot saat berlatih untuk Piala Dunia 2018 di National Football Centre di Paju, Korea Selatan, Rabu (23/5/2018) (berita,bola/Gilagame12)

Asian Games bisa membantu Son menghindari wajib militer (wamil). Hingga saat ini, dia belum pernah mengikuti wamil.

Berdasarkan undang-undang Korea Selatan, seluruh warga negara laki-laki dewasa Korea Selatan harus mematuhi ketentuan wajib militer selama 21 bulan. Wajib militer harus ditunaikan sebelum usia 27 tahun.

Pengecualian itu sendiri diberikan kepada atlet yang memperoleh medali emas pada Asian Games, dan peraih medali apa pun pada Olimpiade. Korea Selatan adalah salah satu favorit juara sepak bola Asian Games yang berlangsung dari 18 Agustus sampai 2 September nanti di Indonesia.


"Son memiliki keinginan kuat untuk bertanding pada Asian Games 2018," kata pelatih Korea Selatan U-23. Kim Hak-bum, seperti dilansir Reuters. "Tetapi yang utama adalah Piala Dunia. Saya telah berkata kepada Son untuk bermain bagus di Rusia sebelum kami bertemu pada Asian Games 2018," jelasnya.

BACA AJUGA: Hadapi Arab Saudi Jerman Kesulitan

Korsel Rebut Emas Asian Games 2018

Sebelumnya, Son tidak diizinkan bekas klubnya, Bayer Leverkusen untuk bermain pada Asian Games 2014 di Incheon, Korsel. Padahal, Korsel merebut medali emas cabor sepak bola Asian Games 2014 usai menundukkan Korea Utara di final.


Mengingat Asian Games tidak masuk kalender resmi FIFA, maka klub-klub tidak punya kewajiban mengizinkan pemainnya bermain. Namun, Tottenham kabarnya berpotensi memberikan izin kepada Son dengan pertimbangan bisa bebas dari wajib militer itu.